Ternyata Arti Nama Saya Keren Juga…

Btw, post ini dibuat untuk memenuhi tugas kuliah dari Paman Apiq. Bukan inisiatif saya. Hanya sebuah kebetulan apabila nama saya ternyata memiliki arti yang bagus.

If we decide to do something, finish it well.

Ini mengenai judul blog ini. Perkataan ini sudah saya dengar sejak lama, tetapi baru benar-benar menyadarinya saat ini, dimana peluang untuk melakukan segala sesuatu semakin banyak.

Setiap hari kita dihadapkan pada banyak pilihan. Misalnya, pagi tadi saya keluar rumah setelah sarapan dan melihat kandang si Brian (dogi saya) yang selalu menghalangi lalu lintas parkir rumah. Garasi jadi sempit. Saya sudah lama berpikir untuk memindahkannya ke tempat lain, hanya baru pagi tadi saya kepikiran untuk benar-benar memindahkannya. Karena kebetulan tidak ada jadwal kuliah pada hari ini. Di saat yang sama, saya kepikiran satu proyek lagi yang masih belum selesai.

Saat itu saya dihadapkan pada 2 pilihan. Memindahkan si Brian, atau menyelesaikan proyek yang sebetulnya belum saya temukan solusinya. Akhirnya saya memutuskan untuk memindahkan si Brian, karena hari masih pagi, dan saya punya waktu. Tidak mudah untuk dilakukan sendirian, karena kandangnya dibuat custom-made dengan material yang berat dan besar. Dan lagi, bau karena jarang dibersihkan. Pekerjaan yang tadinya mudah ini seketika jadi lebih kompleks karena harus dibersihkan dulu. Saya tariklah kandang itu berdua dengan pegawai saya, dan ternyata rodanya sudah rusak. Muncul pemikiran untuk mem-pending pekerjaan ini karena semakin kompleks-nya detail pekerjaan. Tapi saya berpikir, kalau tidak hari ini, mungkin akan tertunda untuk waktu yang tidak terbatas, dan daftar pekerjaan yang ter-pending akan semakin banyak.

“Lanjut sajalah!” Saya pikir. Akhirnya saya semprot si Brian, eh, kandangnya maksudnya. Baju dan tangan jadi kotor (untungnya belum mandi). Setelah itu saya tarik dengan 2 tali derek karena mustahil untuk didorong dengan roda yang rusak (dan akhirnya meninggalkan jejak ban sepanjang jalan karena ban-nya mati). Sepanjang kira-kira 45 meter tanjakan. Dan lagi-lagi minta bantuan pegawai saya karena berat edan, sementara si Brian diikat di pagar (karena kalau dilepas pasti gigit orang). Dan akhirnya sampai pada tempat tujuan relokasi, yaitu tanah kosong di sebelah rumah.

Saya senang karena pekerjaan selesai. Kandangnya pun sudah dibersihkan, dan si Brian senang karena tempat mainnya jadi lebih besar. Satu pekerjaan bisa saya centang dalam memopad saya.

Contoh tadi cuma sebuah contoh kecil. Banyak hal yang lebih besar yang sebenarnya memiliki hikmah yang sama. Apabila kita sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu, selesaikanlah. Selesaikan dengan baik. Kalau bisa, lebih dari ekspektasi awal. Tidak terpikirkan untuk mencuci kandang si Brian, tapi setelah masalah “kandang bau” muncul, maka ada 1 poin lebih untuk diselesaikan. Sehingga ketika pekerjaan selesai, yang kita lakukan sebenarnya lebih dari ekspektasi.

Ajaibnya, begitu menyelesaikan pekerjaan tadi, otak saya jadi lebih aktif bekerja. Menghasilkan ide-ide lain untuk pekerjaan yang lain. Begitu juga untuk proyek tadi yang yang belum ketemu solusinya, akhirnya muncul ide untuk itu. Dan sekarang solusi untuk itu sedang dalam pengerjaan.

Kalau Mario Teguh bisa komentar, pasti dia bilang: “Super sekali“.

“Peran”

“Kita berpikir pekerjaan seperti sebuah tetesan air di tengah samudera, tapi samudera akan berkurang karena ada setetes air yg hilang itu.” (Mother Theresa)

Aksi punya reaksi. Tidak ada satu hal pun yang kita lakukan yang tidak memiliki dampak. Bahkan ketika kita diam saja, waktu tetap berjalan, dan apa yang seharusnya kita dapatkan, akan terlewat begitu saja. Ini juga merupakan sebuah dampak.

Menabur angin, menuai badai. Setiap kita punya peran. Baik kecil atau besar, sebuah peristiwa akan timpang akibat tidak adanya peran itu. Lakukan apa yang harus kita lakukan sesuai peran kita. Jangan ingin melakukan peran orang lain. “Good at everything means master of nothing”.

Temukan apa yang jadi passion kita. Miliki kemampuan untuk membedakan yang mana yang bermanfaat, mana yang tidak.