Daily Life Innovative Invention

And the winner is… CALCULATOR!

Bayangkan hidup kita tanpa KALKULATOR! Semua orang yang berdagang di pasar baru harus membuat kotret-an setiap kali bertransaksi. Dan si pembeli juga harus membuat kotret-an sendiri agar tidak ditipu pedagangnya. Kalau belanjanya sedikit sih, tak masalah. Tapi kalau belanja keperluan lebaran, misalnya. Repot banget tuh kalo harus menjumlahkan puluhan item belanjaan di atas kertas dengan sebatang pensil.

Saya rasa kita akan hidup dengan cara yang berbeda apabila hingga 2010 belum diciptakan kalkulator berukuran kecil. Apabila ditelusuri, sejarah penciptaan kalkulator layak pakai belum terlalu lama, kok. Baru sekitar tahun 1970-an konsep “kalkulator untuk semua” tercetus. Sebelumnya, kalkulator merupakan barang mewah seharga 2-3 minggu gaji karyawan umum (menurut oom wiki). Era kalkulator mewah berakhir saat ditemukannya IC (integrated circuit). Buat yang belum tahu, IC ini berupa benda kecil hitam berkaki banyak yang menempel di setiap rangkaian elektronik. Benda ini menggantikan ratusan transistor sehingga menghemat biaya dan ukuran. Bayangkan, kalkulator transistor sebesar lemari bisa disulap menjadi sebesar kotak korek api, berkat IC.

Meski begitu, sejak dahulu, masing-masing peradaban punya caranya sendiri untuk menghitung cepat, tapi tentu saja tidak secepat kalkulator. Contohnya toko-toko di daerah pecinan, beberapa pedagangnya masih menggunakan sempoa untuk menghitung. Bangsa Roma dan Babilonia juga punya metode perhitungan sendiri.

Kalkulator modern sendiri secara garis besar terbagi menjadi 2. Scientific kalkulator, dan kalkulator tukang daging. Pemakaiannya tergantung kebutuhan. Dilihat dari namanya saja, kalau kalkulator scientific, digunakkan untuk melakukan penghitungan rumit seperti pythagoras, integral, dsb. Kalau kalkulator tukang daging, hanya kali bagi tambah kurang yang simpel saja, biasanya memang dipakai pedagang.

Saking bergunanya inovasi kalkulator, maka ini menjadi fitur standar di setiap handphone dan iPod. Karena tiap orang suatu saat pasti menggunakannya sekali waktu. Untuk mempermudah akses, kalkulator juga dibuat menjadi tempat pensil, jam tangan, gantungan kunci, penggaris, bahkan anting.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: